Minggu, 11 Oktober 2015

AMIK BSI TEGAL


MODEL DATA

Pengertian model data :

Model Data adalah sekumpulan perangkat konseptual untuk menggambarkan data, hubungan data, semantik data ataumakna data danbatasan data atau disebut juga dengan model data logic

Macam-macam model data :
1.      MODEL DATA BERBASIS OBYEK – OBDM ( OBJECT BASED DATA MODEL )
Merupakan himpunan data dan prosedur atau relasi yang menjelaskan hubungan logik antar data dalam suatu Basis Data berdasarkan pada obyek data.

Model ini  Terdiri dari :
a.      Entity Relationship  Model

Entity relationship adalah jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dari sistem secara abstrak.

Mengapa Diperlukan Model E-R:
1. Dapat menggambarkan hubungan antar entity dengan jelas
2. Dapat menggambarkan batasan jumlah entity dan partisipasi antar entity
3. Mudah dimengerti oleh pemakai
4. Mudah disajikan oleh perancang database

Langkah - langkah pembuatan ER diagram
1. Tentukan entity - entity yang diperlukan
2. Tentukanrelationship antar entity - entity.
3. Tentukan cardinality ratio dan participation constraint
4. Tentukan attribute - attribute yang diperlukan dari tiap entity
5. Tentukan key diantara attribute - attribute.
6. Hindari penamaan entity, relationship dan atribute yang sama
.








KOMPONEN ENTITY RELATIONSHIP
1.      Entitas, suatu kumpulan object atau sesuatu yang dapat dibedakan atau dapat diidentifikasikan secara unik. Kumpulan entitas yang sejenis disebut entity set. Contoh secara Fisik : Rumah, Kendaraan, Peralatan, Perusahaan; Secara konsep : Pekerjaan, Penjualan
2.      Relationship, hubungan yang terjadi antara satu entitas atau lebih. Relationship Set adalah kumpulan relationship sejenis.
3.      Atribut, adalah karakteristik dari entity atau relationship yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship. Jenis atribut:
a.       Key, atribut yang digunakan untuk menentukan suatu entity secara unik = tidak bisa dipecah lagi
b.      Atribut Simple, atribut yang bernilai tunggal.
c.       Atribut Multi Value, atribut yang memiliki sekelompok nilai untuk setiap instan entity.
d.      Atribut Composit, suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu.
e.       Atribut Derivatif, suatu atribut yang dihasilkan dari atribut yang lain


4.      Indicator tipe , terbagi 2 :
a.      Indecator tipe asosiatif object, berfungsi sebagai suatu objek dan suatu relationship.
b.      Indicator tipe super tipe, terdiri dari suatu object dan satu subkategori atau lebih yang dihubungkan dengan satu relationship yang tidak bernama.

CARDINALITY RATIO atau MAPPING CARDINALITY
Menjelaskan hubungan batasan jumlah keterhubungan satu entity dengan entity lainnya atau Banyaknya entity yang bersesuaian dengan entity yang lain melalui relationship.

JENIS-JENIS MAPPING :

1.      One to One (1:1), hubungan satu entity dengan satu entity.
2.      One to Many (1:M) atau Many to One (M:1), hubungan satu entity dengan banyak entity atau hubungan banyak entity dengan satu entity
3.      Many to Many (M:N), hubungan banyak entity dengan banyak entity.

b.      Semantic Model

Hampir sama dengan Entity Relationship model dimana relasi antara objek dasar tidak dinyatakan dengan simbol tetapi menggunakan kata-kata (Semantic). Sebagai contoh, dengan masih menggunakan relasi pada Bank X sebagaimana contoh sebelumnya, dalam semantic model adalah seperti terlihat pada gambar di atas.

Tanda-tanda yang menggunakan dalam semantic model adalah sebagai berikut :

------------> : Menunjukkan adanyarelasi
------------ : menunjukkan atribut





c.       Binary model
Binary model  adalah model data yang memperluas definisi dari entity, bukan hanya atribute-atributenya, tetapi juga tindakan-tindakannya.
2.      MODEL DATA BERBASIS RECORD-RBDM ( RECORD BASED DATA MODEL )
Model data berbasis Record merupakan himpunan data dan prosdur/relasi yang menjelaskan hubungan logik antar data dalam suatu Basis Data model yang didasarkan pada record.

Ada 3 jenis :

a.      Relational model
Menjelaskan tentang hubungan logic anatar data dalam basis data dengan memvisualisasikan kedalam bentuk table-tabel yang terdiri dari sejumlah baris dan kolom yang menunjukan atribut tertentu.
Model ini banyak digunakan dalam pemodelan dan perancangan Basis Data. Konsep dan terminologi yang digunakan mirip dengan kondisi real yang dihadapi oleh pemkai sehingga mudah dipahami


 
Keterangan :
-          Jumlah kolom disebut degree, ada 2
-          Baris disebut atribut, ada 3
-          Tiap baris disebut record/tuple, ada 3 record
-          Banyaknya baris dalam satu table disebut cardinality

b.      Hierarchycal model = Hirarki Model

Biasa juga disebut: tree structure (Struktur Pohon), hubungan bertingkat. Dalam model ini elemen-elemen penyusunnya disebut node. Dapat berupa rincian data, agregat data, dan record.
Istilah-istilah yang biasa digunakan dalam Model Hirarki
- Root: node yang memiliki kedudukan paling tinggi dalam hirarki
- Parent : node yang memiliki kedudukan lebih tinggi
- Child : node yang memiliki kedudukan lebih rendah
- Leaves: node yang tidak mempunyai child
> Dalam model hirarki ini hanya ada satu root, setiap child hanya boleh mempunyai 1 parent dan parent boleh mempunyai > (lebih dari ) 1 child.

contoh gambar model Hirarki





c.       Network Model atau Model jaringan
Mirip dengan hirarki model, dimana data dan hubungan antar data direpresentasikan dengan record dan links. Perbedaannya terletak pada susunan record dan linknya yaitu network model menyusun record-record dalam bentuk graph. Sebuah child dapat mempunyai lebih dari satu parent

contoh

3.      MODEL DATA BERBASIS FISIK-PBDM ( PHYSICAL BASED DATA MODEL )

Model Data Fisik digunakan untuk menguraikan data di tingkat internal atau menjelaskan kepada pemakai bagaimana data-data dalam basis data disimpan dalam media penyimpanan secara fisik. model ini jarang digunakan karena kerumitan dan kompleksitasnya yang justru menyulitkan pemakai.

Model ini terdiri dari :
·         Unifying model
Model inimenggabungkanmemoridantransaksi database dalamsatukesatuan model
·         Frame memory
Sebuah virtual view dari tempat penyimpanan sekunder yang digunakan untuk  mendukung penyimpanan record database.

4.      MODEL DATA KONSEPTUAL

Model yang dibuat berdasarkan anggapan bahwa dunia nyata terdiri dari koleksi obyek-obyek dasar yang dinamakan entitas (entity) serta hubungan (relationship) antara entitas-entitas itu.Biasanya direpresentasikan dalam bentuk Entity Relationship Diagram.
Manfaat Penggunaan CDM dalam perancangan database :
      Memberikan gambaran yang lengkap dari  struktur basis data yaitu arti, hubungan, dan batasan-batasan
      Alat komunikasi  antar pemakai basis data, designer, dan analis.


Nama : Armi Nur Hidayah
Nim : 11143063
Kelas : 11.3A.35 


Jumat, 02 Oktober 2015

AMIK BSI TEGAL

DBMS DAN PERANCANGAN BASIS DATA

Sistem Manajemen Basis-Data (Data Base Management System / DBMS) adalah perangkat lunak sistem yang memungkinkan para pemakai membuat, memelihara, mengontrol, dan meng-akses basis data dengan cara praktis dan efisien. DBMS dapat digunakan untuk meng-akomodasikan berbagai macam pemakai yang memiliki kebutuhan akses yang berbeda-beda.

DBMS membantu dalam pemeliharaan dan pengolahan kumpulan data dalam jumlah besar. Sehingga dengan menggunakan DBMS tidak menimbulkan kekacauan dan dapat digunakan oleh pengguna sesuai dengan kebutuhan.
1.      Menurut C. J. Date : Data Base Management System (DBMS)  adalah software yang menghandel semua akses pada database untuk melayani keperluan user. 
2.      Menurut S, Attre : Data Base Management System (DBMS) yaitu software, hardware, firmware serta procedure-procedure yang memanage database. Firmware yaitu software yang sudah jadi modul yang tertanam pada hardware (ROM). 
3.      Menurut Gordon C. Everest : Data Base Management System (DBMS) yaitu manajemen yang efisien untuk mengorganisasi sumber daya data. 
Jadi Data BaseManagement System (DBMS) : Seluruh peralatan computer (Hardware+Software+Firmware). Data Base Management System (DBMS) dilengkapi dengan bhs yang bertujuan pada data (High level data language) yang kerap dimaksud juga untuk bhs generasi ke 4 (fourth generation language). 

Karena pentingnya peran database dalam sistem informasi, tidaklah mengherankan bahwa terdapat banyak pilihan software Database Management System (DBMS) dari berbagai vendor baik yang gratis maupun yang komersial.yang populer adalah MySQL, MS SQL Server, Oracle, IBM DB/2, dan PostgreSQL, paradox , microsoft access , firebirh

DBMS pada umumnya menyediakan fasilitas atau fitur-fitur yang memungkinkan data dapat diakses dengan mudah, aman, dan cepat. Beberapa fitur yang secara umum tersedia adalah:
v  Keamanan : DBMS menyediakan sistem pengamanan data sehingga tidak mudah diakses oleh orang yang tidak memiliki hak akses.
v  Independensi : DBMS menjamin independensi antara data dan program, data tidak bergantung pada program yang meng-akses-nya, karena struktur data-nya dirancang berdasarkan kebutuhan informasi, bukan berdasarkan struktur program. Sebaliknya program juga tidak bergantung pada data, sehingga walaupun struktur data diubah, program tidak perlu berubah.
v  Konkruensi / data sharing : data dapat diakses secara bersamaan oleh beberapa pengguna karena manajemen data dilaksanakan oleh DBMS.
v  Integritas : DBMS mengelola file-file data serta relasi-nya dengan tujuan agar data selalu dalam keadaan valid dan konsisten
v  Pemulihan : DBMS menyediakan fasilitas untuk memulihkan kembali file-file data ke keadaan semula sebelum terjadi-nya kesalahan (error) atau gangguan baik kesalahan perangkat keras maupun kegagalan perangkat lunak.
v  Kamus / katalog sistem : DBMS menyediakan fasilitas kamus data atau katalog sistem yang menjelaskan deskripsi dari field-field data yang terkandung dalam basisdata.
v   Perangkat Produktivitas : DBMS menyediakan sejumlah perangkat produktivitas sehingga memudahkan para pengguna untuk menarik manfaat dari database, misalnya report generator (pembangkit laporan) dan query generator (pembangkit query / pencarian informasi).

Sistem Manajemen Basis-Data (DBMS) memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan pengelolaan data tanpa DBMS, walaupun tidak terlepas dari beberapa kelemahan.
Keunggulan DBMS antara lain sbb:
·         Mengurangi duplikasi data atau data redundancy
·         Menjaga konsistensi dan integritas data
·         Meningkatkan keamanan data
·         Meningkatkan effisiensi dan effektivitas penggunaan data
·         Meningkatkan produktivitas para pengguna data
·         Memudahkan pengguna dalam menggali informasi dari kumpulan data
·         Meningkatkan pemeliharaan data melalui independensi data
·         Meningkatkan pemakaian bersama dari data
·         Meningkatkan layanan backup dan recovery data
·         Mengurangi konflik antar pengguna data

Kelemahan DBMS antara lain sbb:
·         Memerlukan suatu skill tertentu untuk bisa melakukan administrasi dan manajemen database agar dapat diperoleh struktur dan relasi data yang optimal
·         Memerlukan kapasitas penyimpanan baik eksternal (disk) maupun internal (memory) agar DBMS dapat bekerja cepat dan efisien.
·         Harga DBMS yang handal biasanya sangat mahal
·         Kebutuhan akan sumber daya (resources) biasanya cukup tinggi
·         Konversi dari sistem lama ke sistem DBMS terkadang sangat mahal, disamping biaya pengadaan perangkat keras dan perangkat lunak, diperlukan pula biaya pelatihan.
·         Apabila DBMS gagal menjalankan misinya maka tingkat kegagalan menjadi lebih tinggi karena banyak pengguna yang bergantung pada sistem ini.


BAHASA DBMS
Implementasi bahasa DBMS bervariasi sesuai dengan variasi perusahaan yang merancangnya, namun pada prinsipnya bahasa ini bisa dikategorikan ke dalam tiga komponen bahasa, yaitu:
1.      DataDefinition/DecriptionLanguage(DDL)
DDL adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk mendefinisikan struktur data antara lain perintah untuk membuat tabel baru (CREATE) dimana terdefinisi komponen/field data dengan tipe dan panjangnya, mengubah index (INDEX, REINDEX) agar setiap rekord dalam satu file data dapat diakses melalui indeks-nya, mengubah struktur (MODIFY STRUCT) dari file data, dan sebagainya. Komponen bahasa ini banyak digunakan oleh para administrator basisdata pada saat merencanakan atau membangun file-file basisdata.

2.      Data Manipulation Language (DML)
DML adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk memanipulasi data, komponen ini diperlukan oleh para pengguna untuk memanipulasi data, antara lain perintah-perintah untuk melakukan hal-hal berikut ini:
·         mengambil data dari basisdata (LIST, DISPLAY)
·         menambah data kedalam basisdata (INSERT, APPEND)
·         meremajakan data yang ada dalam basisdata (UPDATE)
·         menghapus data yang tidak diperlukan (DELETE)
·         meng-urutkan data (SORT)
·         menghitung frekuensi data (COUNT)
·         mencari data (SEEK, FIND)

3.      Device Control Media Language (DCML)
DCML adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk mengatur perekaman atau penyimpanan data secara fisik. Komponen bahasa DCML digunakan oleh operator-operator sistem basisdata didalam mengatur file-file data secara fisik. Perintah-perintah yang termuat dalam komponen ini, antara lain perintah perintah: merekam (Write Record, Create Table), menghapus (Drop, Delete Table)

DML dapat dibedakan atas dua macam, yaitu DML Prosedural dan DML Non-Prosedural.
1.      Pada DML Prosedural ketika data akan dimanipulasi maka perintah harus disertai dengan perintah-perintah bagaimana data diakses dari file database.
2.      Perintah DMLNon  Prosedural biasanya termuat dalam bahasa pemrograman tingkat tinggi (high level programming language) seperti COBOL, C, C++ dan sebagainya. Pada DML non-Prosedural data dapat dimanipulasi langsung tanpa harus memerintahkan bagaimana data dibaca dari file. Perintah DML non-Prosedural biasanya digunakan dalam bahasa-bahasa DBMS seperti pada dBase, Access, Paradox, FoxPro, SQL, dan sebagainya

Komponen Data DBMS (Data Base Management System)
Satu DBMS (Data Base Management System) umumnya memiliki sebagian komponen fungsional (modul) seperti : 
a)      File Manager, yang mengelola area dalam disk serta susunan data yang digunakan untuk merepresentasikan info yang tersimpan dalam disk. 
b)      Database Manager, yang sediakan interfaceantara data low-level yang ada di basis data denganprogram aplikasi serta query yang didapatkan ke system. 
c)      Query Processor, yang menterjemahkan perintahperintah dalam query language ke perintah low-level yang bisa dipahami oleh database manager. 
d)     DML Precompiler, yang mengkonversi perintah DMLyang ditambahkan dalam suatu program aplikasi kepemangin prosedur normal dalam bhs induk. 
e)      DDL Compiler, yang mengkonversi perintah-perintahDDL ke dalam sekumpulan tabel yang mengandung metadata. Tabel-tabel ini lalu disimpan dalam kamus data. 

Pada tahun 1975, badan standarisasi nasional Amerika ANSI-SPARC (American National Standards Institute – Standards Planning and Requirements Committee) menetapkan tiga level abstraksi dalam database, yaitu:
1.      Level Eksternal (external level) atau Level Pandangan (view level)
Level Eksternal adalah level yang berhubungan langsung dengan pengguna database. Pada level ini pengguna (user) hanya bisa melihat struktur data sesuai dengan keperluannya sehingga setiap user bisa memiliki pandangan (view) yang berbeda dari user lainnya. Pada level ini pula dimungkinkan pandangan user berbeda dengan representasi fisik dari data, misalkan untuk data hari secara fisik data direkam dalam bentuk kode (1, 2, 3, dst) sedang user melihat data dalam bentuk teks nama hari (Ahad, Senin, Selasa, …). Data yang dilihat oleh user seakan-akan berasal dari satu file, secara fisik mungkin diambil dari beberapa file yang berelasi.
2.      Level Konseptual (conceptual level)
Level Konseptual adalah level dari para administrator database, pada level ini didefinisikan hubungan antar data secara logik, sehingga diperlukan struktur data secara lengkap. Para administrator database memahami bagaimana satu view dijabarkan dari beberapa file data, demikian pula pada saat perancangan database mereka dapat saja membagi data menjadi beberapa file agar dapat diakses dan disimpan secara efisien.
3.      Level Internal (internal level) atau Level Fisik (physical level)
Level Internal adalah level dimana data disimpan secara fisik dalam bentuk kode, teks, angka, bit. Pada level ini didefinisikan allokasi ruang penyimpanan data, deskripsi data dalam penyimpanan, kompressi data (agar lebih hemat), dan enkripsi data (agar lebih aman).

Agar independensi data dapat dicapai maka disediakan pemetaan antar lapisan (level), yatiu pemetaan eksternal-konseptual dan pemetaan konseptual-internal.Pada pemetaan eksternal-konseptual, DBMS dapat memetakan field-field data dari user-view ke dalam struktur data yang sesungguhnya.Pada pemetaan konseptual-internal, DBMS dapat menemukan rekaman fisik dari data yang didefinisikan pada struktur logika.

PERANCANGAN BASIS DATA
Perancangan Basis Data adalah proses untuk menentukan isi dan pengaturan data yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai rancangan sistem.
 Tujuan Perancangan Database :
·         untuk memenuhi informasi yang berisikan kebutuhan-kebutuhan user secara khusus dan aplikasi-aplikasinya.
·         memudahkan pengertian struktur informasi.
·         mendukung kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek penampilan (response time, processing time, dan storage space).
6 Fase proses perancangan database :
1.      Pengumpulan Data dan Analisis
Proses identifikasi dan analisa kebutuhan-kebutuhan data disebut pengumpulan data dan analisa. Untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan suatu sistem database,pertama-tama harus mengenal bagian-bagian lain dari sistem informasi yang akan berinteraksi dengan sistem database, termasuk para pemakai yang ada dan para pemakai yang baru serta aplikasi-aplikasinya. Kebutuhan-kebutuhan dari para pemakai dan aplikasi-aplikasi inilah yang kemudian dikumpulkan dan dianalisa.
Aktifitas-aktifitas pengumpulan data dan analisa :
v  Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya.
v  Peninjauan dokumentasi yang ada.
v  Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data.
v  Daftar pertanyaan dan wawancara.

2.      Perancangan Basis Data secara Konseptual
Tujuan dari fase ini adalah menghasilkan conceptual schema untuk database yang tergantung pada sebuah DBMS yang spesifik. Sering menggunakan sebuah high-level data model seperti ER/EER model selama fase ini. Dalam conceptual schema, kita harus merinci aplikasi-aplikasi database yang diketahui dan transaksi-transaksi yang mungkin.
Aktifitas paralel perancangan database secara konseptual :
v  Perancangan skema konseptual : menguji kebutuhan-kebutuhan data dari suatu database yang merupakan hasil dari fase 1, dan menghasilkan sebuah conceptual database schema pada DBMS independent model data tingkat tinggi seperti EER (enhanced entity relationship) model.
v   Perancangan transaksi : menguji aplikasi-aplikasi database dimana kebutuhan-kebutuhannya telah dianalisa pada fase 1, dan menghasilkan perincian transaksi-transaksi ini.
3.      Pemilihan DBMS
Pemilihan database ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya:
v   Struktur data Jika data yang disimpan dalam database mengikuti struktur hirarki, maka suatu jenis hirarki dari DBMS harus dipikirkan.
v  Personal yang telah terbiasa dengan suatu sistem Jika staf programmer dalam suatu organisasi sudah terbiasa dengan suatu DBMS, maka hal ini dapat mengurangi biaya latihan dan waktu belajar.
v  Tersedianya layanan penjual Keberadaan fasilitas pelayanan penjual sangat dibutuhkan untuk membantu memecahkan beberapa masalah sistem.
v  Teknik Keberadaan DBMS dalam menjalankan tugasnya seperti jenis-jenis DBMS (relational, network, hierarchical, dll), struktur penyimpanan, dan jalur akses yang mendukung DBMS, pemakai, dll.
4.      Perancangan database secara logika (data model mapping)
Fase selanjutnya dari perancangan database adalah membuat sebuah skema konseptual dan skema eksternal pada model data dari DBMS yang terpilih.Fase ini dilakukan oleh pemetaan skema konseptual dan skema eksternal yang dihasilkan pada fase 2.Pada fase ini, skema konseptual ditransformasikan dari model data tingkat tinggi yang digunakan pada fase 2 ke dalam model data dari DBMS yang dipilih pada fase 3.
Pemetaan diproses dalam 2 tingkat :
1.      Pemetaan system-independent :
Pemetaan ke dalam model data DBMS dengan tidak mempertimbangkan karakteristik atau hal-hal yang khusus yang berlaku pada implementasi DBMS dari model data tsb.
2.      Penyesuaian skema ke DBMS yang spesifik :
mengatur skema yang dihasilkan pada langkah 1 untuk disesuaikan pada implementasi yang khusus di masa yang akan datang dari suatu model data yang digunakan pada DBMS yang dipilih.
5.      Perancangan Basis Data Fisik
Perancangan database secara fisik merupakan proses pemilihan struktur-struktur penyimpanan dan jalur-jalur akses pada file-file database untuk mencapai penampilan yang terbaik pada bermacam-macam aplikasi.Selama fase ini, dirancang spesifikasi-spesifikasi untuk database yang disimpan yang berhubungan dengan struktur-struktur penyimpanan fisik, penempatan recorddan jalur akses.
Petunjuk pemilihan perancangan database secara fisik :
v  Response time Waktu yang telah berlalu dari suatu transaksi database yang diajukan Untuk menjalankan suatu tanggapan. Pengaruh utama pada response time adalah di bawah pengawasan DBMS yaitu : waktu akses database untuk data item yang ditunjuk oleh suatu transaksi.Response time juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang tidak berada di bawah pengawasan DBMS, seperti penjadwalan sistem operasi atau penundaan komunikasi.
v  Space Utility Jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh file-file database dan struktur-Struktur jalur akses.
v  Transaction throughput Rata-rata jumlah transaksi yang dapat diproses per menit oleh sistem database, dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi (misal, digunakan pada pemesanan tempat di pesawat, bank, dll). Hasil dari fase ini adalah penentual awal dari struktur penyimpanan dan jalur akses untuk file-file database.
6.       Implementasi Basis Data System
Setelah perancangan secara logika dan secara fisik lengkap,kita dapat melaksanakan sistem database. Perintah-perintah dalam DDL dan SDL(storage definition language) dari DBMS yang dipilih, dihimpun dan digunakan untuk membuat skema database dan file-file database (yang kosong) kemudian database tsb dimuat (disatukan) dengan datanya.Jika data harus dirubah dari sistem komputer sebelumnya, perubahan-perubahan yang rutin mungkin diperlukan untuk format ulang datanya yang kemudian dimasukkan ke database yang baru. Transaksi-transaksi database sekarang harus dilaksanakan oleh para programmmer aplikasi.
ALASAN PERANCANGAN BASIS DATA
v  Sistem basis data telah menjadi bagian dalam sistem informasi suatu organisasi.
v  Kebutuhan menyimpan data dl jumlah besar semakin mendesak.
v  Fungsi-fungsi dalam organisasi semakin dikomputerisasikan.
v  Semakin kompleks data & aplikasi yg digunakan, maka relationship antar data harus dimodelisasikan.
v  Dibutuhkannya kemandirian data.
KONVERSI & LOADING DATA
v  Tahap ini dilakukan apabila sistem basis data yg ada digantikan sistem basis data baru.
v  Semua data yg ada ditransfer ke basis data baru & konversi aplikasi yg ada utk basis data baru.
PENGOPERASIAN & PERAWATAN
v  Pengoperasian basis data setelah divalidasi.
v  Memonitor kinerja sistem, jika tidak sesuai perlu reorganisasi basis data.

v  Perawatan & upgrade sistem aplikasi basis data jika diperlukan.



Nama  : Armi Nur Hidayah
Nim    : 11143063
Kelas  : 11.3A.35