Selasa, 06 Desember 2016

laporan kunjungan Bank Indonesia Tegal


LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI 
BANK INDONESIA TEGAL













Diajukan untuk memenuhi Tugas Kuliah pada Program Diploma Tiga D III
Armi Nur Hidayah (11143063)



Jurusan Komputerisasi Akuntansi
Akademi Manajemen Informatika dan Komputer “BSI Tegal”
Jalan. Sipelem No.22 Tegal Barat
2016



KATA PENGANTAR

 Puji syukur saya panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan ini yang berjudul “KUNJUNGAN INDUSTRI BANK INDONESIA TEGAL”.
Tujuan penulisan laporan ini sebagaimana ketentuan yang sudah berlaku di Akademi Manajemen Informatika & Komputer Bina Sarana Informatika, bahwa mahasiswa diharuskan menyusun laporan sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh nilai tambahan Ujian Akhir Semester 5.
Saya menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan dari semua pihak, maka penulisan laporan kuliah kerja praktek ini tidak akan lancar, oleh karena iu pada kesempatan kali ini saya menyampaikan ucapan terima kasih :
1.      Bapak Rahmat Adi Purnama M.Kom selaku Direktur AMIK BSI.
2.      Bapak Warjiono M.Kom selaku Kepala Cabang AMIK BSI TEGAL.
3.      Bapak Dany Pratmanto M.Kom sebagai dosen Pembimbing Akademik. .
4.      Staff/Karyawan/dosen dilingkungan AMIK BSI Tegal.
5.      Orang tua tercinta yang telah memberi dorongan kepada saya.
6.      Serta rekan-rekan yang ikut memberikan bantuannya dalam pembuatan laporan kunjungan ini, khususnya AK 5.
7.      Serta semua pihak yang tak mungkin saya sebutkan  satu  persatu  sehingga terwujudnya  penulisan  ini.  Saya  menyadari  bahwa  penulisan  laporan  kunjungan ini  masih  jauh  sekali  dari  kata  sempurna,  untuk  itu  kami  mohon  kritik  dan saran  yang  bersifat  membangun  demi  kesempurnaan  saya  sebagai  penulis  dimasa yang akan datang

Tegal, 1 Desember 2016

Penulis
         
DAFTAR ISI
                                                                                                                                    
LEMBAR JUDUL LAPORAN.........................................................................       i            
LEMBAR KATA PENGANTAR.....................................................................      ii
LEMBAR DAFTAR ISI....................................................................................     iv
BAB I   .. PENDAHULUAN.............................................................................      1
1.1  .. Tujuan.......................................................................................      1
1.2 ... Manfaat.....................................................................................      1
BAB II .. PELAKSANAAN.............................................................................      2
2.1 ... Waktu Pelaksanaan...................................................................      2
2.2 ... Rundown Acara........................................................................      2
2.3.... Materi Kunjungan.....................................................................      3
2.3.1 Sistem Informasi Perusahaan...........................................      3
2.3.2 Dokumentasi ( photo Expo & kunjungan).......................      8
BAB III PENUTUP..........................................................................................    10
3.1  .. Kesimpulan...............................................................................    10
3.2.... Saran........................................................................................    10













BAB I 
PENDAHULUAN

1.1  Maksud dan Tujuan
Diadakan Kunjungan Industri bertujuan untuk :
1.      Untuk menambah wawasan informasi serta memperbanyak pengetahuan.
2.      Untuk memenuhi tugas kuliah sebagai nilai tambahan.
3.      Untuk memotivasi mahasiswa dan memberi informasi penjelasan yang lebih, agar mahasiswa lebih mengetahui tentang masalah keuangan dan mengetahui lebih jelas mengenai sistem pembayaran di Bank Indonesia Tegal.
1.2 Manfaat Kunjungan 
1.      Dapat mengetahui tentang kinerja Bank Indonesia.
2.      Mahasiswa mendapat banyak informasi yang diperoleh dan mendapat pengetahuan, dan wawasan  yang lebih dari Bank Indonesia secara langsung .
3.      Dapat mengetahui kedisiplinan dan tata tertib yang tegas pada dunia kerja.












BAB II 
PELAKSANAAN

2.1 Waktu Pelaksanaan
        Kunjungan Industri AMIK BSI Tegal dilaksanakan pada tanggal  24 November 2016 di Bank Indonesia Tegal Kunjungan Industri dilaksanakan oleh Mahasiswa Amik Bsi Tegal khususnya pada jurusan Sistem Informasi Akuntansi (Komputerisasi Akuntansi) semester 1, 3 dan 5.
   Pemberangkatan kunjungan menggunakan bus pariwisata dimulai pada jam 08:30 di Kampus BSI Tegal.
Tempat pelaksanaan kunjungan Industri di laksanakan Di Kantor Bank Indonesia Tegal di Jalan Dr.Sutomo No.55 Tegal Timur

2.2 Rundown Acara

Hari/Tanggal
Waktu
Kegiatan



Kamis, 24 November 2016
08:00 – 08:30
Persiapan pemberangkatan
08:30 – 08:45
Sampai Bank Indonesia
08:45 – 09:30
Pengenalan Bank Indonesia
09:30 – 10:30
Materi dan seminar
10:30 – 11:15
Tanya Jawab
11:15 – 11:30
Penutup
11:30 – 12:00
Perjalanan Pulang 








2.3 Materi Kunjungan
2.3.1 Sistem Informasi Perusahaan   
1.      Pembicara : Pak Gunawan Purbowo
a.      latar belakang pembentukan Bank Indonesia
BI adalah badan hukum dan lembaga negara yang independen dalam melakukan tugas dan wewenangnya bebas dari campur tangan Pemerintah dan atau pihak lain, kecuali untuk hal-hal tertentu yang secara tegas diatur dalam undang-undang.  Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang membantu pemerintah   dalam pertumbuhan perekonomian nasional sangat dianggap signifikan bagi kalangan masyarakat luas.
b.      Visi dan Misi Bank Indonesia
Visi
Menjadi lembaga bank sentral yang kredibel dan terbaik di regional melalui penguatan nilai-nilai strategis yang dimiliki serta pencapaian inflasi yang rendah dan nilai tukar yang stabil.
Misi
1.      Mencapai stabilitas nilai rupiah dan menjaga efektivitas transmisi kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
2.      Mendorong sistem keuangan nasional bekerja secara efektif dan efisien serta mampu bertahan terhadap gejolak internal dan eksternal untuk mendukung alokasi sumber pendanaan/pembiayaan dapat berkontribusi pada pertumbuhan dan stabilitas perekonomian nasional.
3.      Mewujudkan sistem pembayaran yang aman, efisien, dan lancar yang berkontribusi terhadap perekonomian, stabilitas moneter dan stabilitas sistem keuangan dengan memperhatikan aspek perluasan akses dan kepentingan nasional.
4.      Meningkatkan dan memelihara organisasi dan SDM Bank Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai strategis dan berbasis kinerja, serta melaksanakan tata kelola (governance) yang berkualitas dalam rangka melaksanakan tugas yang diamanatkan UU.
c.       Tujuan Bank Indonesia
1.      Mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.
·         Kestabilan nilai rupiah sangat penting untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
·         Kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa diukur dengan atau tercermin dari perkembangan laju inflasi.
·         Kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang negara lain diukur dengan atau tercermin dari perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain.
2.      Serta ikut mendorong terpeliharanya kestabilansistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
d.      Fungsi  Bank Indonesia
1.    Lembaga Negara yang Independen
Babak baru dalam sejarah Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya dimulai ketika sebuah undang-undang baru, yait​u UU No. 23/1999 tentang Bank Indonesia, dinyatakan berlaku pada tanggal 17 Mei 1999 dan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 6/ 2009. Undang-undang ini memberikan status dan kedudukan sebagai suatu lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan Pemerint​​ah dan/atau pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang ini.
Bank Indonesia mempunyai otonomi penuh dalam merumuskan dan melaksanakan setiap tugas dan wewenangnya sebagaimana ditentukan dalam undang-undang tersebut. Pihak luar tidak dibenarkan mencampuri pelaksanaan tugas Bank Indonesia, dan Bank Indonesia juga berkewajiban untuk menolak atau mengabaikan intervensi dalam bentuk apapun dari pihak manapun juga.
Status dan kedudukan yang khusus tersebut diperlukan agar Bank Indonesia dapat melaksanakan peran dan fungsinya sebagai otoritas moneter secara lebih efektif dan efisien.
2.         Sebagai Badan Hukum
Status Bank Indonesia baik sebagai badan hukum publik maupun badan hukum perdata ditetapkan dengan undang-undang. Sebagai badan hukum publik Bank Indonesia berwenang menetapkan peraturan-peraturan hukum yang merupakan pelaksanaan dari undang-undang yang mengikat seluruh masyarakat luas sesuai dengan tugas dan wewenangnya. Sebagai badan hukum perdata, Bank Indonesia dapat bertindak untuk dan atas nama sendiri di dalam maupun di luar pengadilan.

e.       Tugas Dan Wewenang BI
1.      Sistem keuangan yang sehat serta kelancaran dan keamanan sistem pembayaran merupakan prasyarat efektivitas suatu kebijakan moneter.
2.        Kebijakan moneter yang tidak tepat dapat mengakibatkan terganggunya stabilitas sistem keuangan
3.        Kelancaran dan keamanan sistem pembayaran mendukung stabilitas sistem keuangan dan efektivitas kebijakan moneter.
2.      Pembicara Ibu Lina
a.      Definisi Sistem Pembayaran
       Sistem Pembayaran adalah sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga, dan mekanisme yang dipakai untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi.
Contoh Aktivitas ekonomi dan Contoh Pembayarannya antara lain :
1.      Pasar Barang & Jasa : Berbagai macam pembayaran atas pembelian barang atau jasa.
2.      Pasar uang antar bank :transfer dana dari lending bank ke borrowing bank -> Biasanya untuk memenuhikebutuhan likunditas.
3.      Pasar Valuta Asing : transfer dana untuk pembayaran rupiah (IDR) dari bank penjual rupiah ke bank penjual valuta.
4.      Pasar surat berharga : Pembayaran sisi dana dari securities buyer ke securities seller.
5.      Operasi Moneter : Kontraksi debit  transfer dari BI ke bank. dan Ekspansi credit transfer dari BI ke bank.
6.      Pemerintah (a.I fiskal) : Penyelesaian transaksi SB/SUN, pembayaran d/r DAU, pajak,dll.

b.      Evolusi Alat pembayaran
       Alat pembayaran boleh dibilang berkembang sangat pesat dan maju. Kalau kita menengok kebelakang yakni awal mula alat pembayaran itu dikenal, sistem barter antarbarang yang diperjualbelikan adalah kelaziman di era pra moderen. Dalam perkembangannya, mulai dikenal satuan tertentu yang memiliki nilai pembayaran yang lebih dikenal dengan uang.  Hingga saat ini uang masih menjadi salah satu alat pembayaran utama yang berlaku di masyarakat. Selanjutnya alat pembayaran terus berkembang dari alat pembayaran tunai (cash based) ke alat pembayaran nontunai (non cash) seperti alat pembayaran berbasis kertas (paper based), misalnya, cek dan bilyet giro. Selain itu dikenal juga alat pembayaran paperless seperti transfer dana elektronik dan alat pembayaran memakai kartu (card-based) (ATM, Kartu Kredit, Kartu Debit dan Kartu Prabayar).
·         Tunai Dan Non Tunai
1.        Uang
2.        Paper Based
3.        Alat Pembayaran Menggunakan Kartu
4.        Electronic Based
5.        Perkembangan Sistem pembayaran Terkini
·         Tunai Memiliki Keterbatasan
1.        Biaya yang besar
-            Pengelolaan uang rupiah.
2.         Kerepotan Bertransaksi
-           Penyediaan uang kembalian.
-           Antrian karena waktu transaksi lama.
3.         Tidak tercatat
-            Memberi peluang pengguna untuk tindakan   kriminal.
-            Perencanaan ekonomi kurang akurat karena ada banyak transaksi yang tidak tercatat



·         Mafaat Penggunaan Tunai
1.         Praktis 
Tidak perlu membawa banyak uang tunai, higienis.
2.         Akses lebih luas
Meningkatkan akses masyarakat kedalam sistem pembayaran.
3.         Transparansi Transaksi
Membantu usaha pencegahan dan identifikasi kejahatan kriminal.
4.         Efisiensi Rupiah
Menekan biaya pengelolaan uang rupiah dan cash handling
5.         Less Friction Economy
Meningkatkan sirkulasi uang dalam perekonomian
6.         Perencanaan Ekonomi Lebih Akurat
Transaksi tercatat secara lebih lengkap sehingga perencanaan lebih akurat.



·         Instrumen Pembayaran Non-Tunai
1.        Cek
2.        Bilyet Giro Nota Debet
3.        Uang Elektronik
4.        Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK)
·         Financial Technology
Financial Technology merupakan integrasi layanan keuangan dan teknologi yang mengubah model bisnis keuangan tradisional dan memberikan layanan yang lebih baik bagi bisnis dan konsumen.
·         Definisi
Fintech merupakan terminologi generik dengan cakupan pengertian yang luas. 
a.       FSB membagi fintech ke dalam empat kategori berdasarkan jenis inovasinya.
b.       Kategori ini bersifat non-exaustive, model bisnis fintech dapat mempresentasikan > 1 kategori.
c.       Perusahaan fintech juga sering disebut ‘startup’, karena rata-rata merupakan pemain baru (new entrants).
d.      Dalam praktiknya, terbuka kemungkinan sebuah model bisnis Fintech masuk dalam lebih dari satu kategori.
·         APMK : Definisi Dan Jenis
APMK (Alat Pembayaran Menggunakan Kartu) adalah alat pembayaran yang berupa kartu kredit, kartu ATM dan/atau kartu debet. Kartu pembayaran tersebut saat ini menggunakan teknologi pita maghnetik (magnetic stripe) untuk kartu ATM dan/atau kartu debetserta teknologi chip untuk kartu kredit.
 Kartu digunakan sebagai media akses terhadap fitur layanan dari akun/rekening yang dimiliki pemegang, baik rekening simpanan maupun rekening kartu kredit.
3.      Pembicara Ibu Febrina
Menurut Charles Goodhart (1991, p.5), kenapa bank sentral karena posisinya dalam sistem berada di tengah-tengah/sentral, bank sentral memiliki kekuatan politik sebagai bank pemerintah, kekuasaan yang dimiliki biasanya sangat besar, dan yang terpenting adalah kemampuan bank sentral untuk menyediakan uang dalam jumlah besar menjadikan bank sentral sebagai ‘bank-nya bank’, yaitu bank yang menyediakan likuiditas ekstra pada saat bank umum mengalami kesulitan.
Kelembagaan bank sentral di Indonesia dimulai dengan pendirian DE JAVASCHE BANK NV  yang berevolusi dari bank sirkulasi hingga menjadi bank sentral  saat ini
·         De javasche bank didirikan tahun 1822 sebagai bank komersiil. 
·         Tahun 1828 pertama kali memperoleh hak octrooi (hak mengedarkan uang) dari Pemerintahan Hindia Belanda
·         1 Januari 1828 s.d 31 Maret 1921 sebagai bank sirkulasi Gulden (mata uang Belanda) untuk wilayah Hindia Belanda.
·         1922, melalui penetapan UU De Javasche-bank wet, fungsi diperluas:
ü  Mengeluarkan uang kertas bank,
ü  Memberikan layanan jasa bank: pengiriman uang, rekening giro/deposito, negosiasi wesel luar negeri, kredit, diskonto wesel luar negeri,
ü  kasir pemerintah dan memberikan kredit kepada Pemerintah,
ü  Menyelenggarakan kliring antar bank,
ü  Melaksanakan pengawasan bank
Bank Indonesia mendukung perkembangan FinTech, dengan terus mendoronginovasi dan kompetisi yang sehat, namun tetap dalam koridor kehati-hatian



1.3.2        Dokumentasi (Photo Expo & Kunjungan)

                  

       

                  









BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Bank   Indonesia   sebagai   Bank   Sentral   yang   membantu   pemerintah   dalam pertumbuhan perekonomian nasional sangat dianggap signifikan bagi kalangan masyarakat luas. 
Dalam hal tersebut Bank Indonesia mempunyai tujuan, fungsi dan tugas masing-masing dalam memelihara kestabilan nilai rupiah. Bank Indonesia yang di kenal   sebagai Bank Sentral   yang   selama   ini   merupakan   bagian   dari   struktur   organisasi   pemerintah   yang independen secara konsekuen salah satu sebagai terobosan dalam upaya pemulihan ekonomi di Indonesia. Oleh karena itu, penting memiliki sebuah bank sentral yang independen dalam pengolahan   uang   Negara,   didalam   sistem    perekonmian,   termasuk   sitem   prekonomian Indonesia.

3.2 Saran
      Kunjungan Industri Bank Indonesia ini sangat baik buat mahasiswa, pejabat tinggi dan juga masyarakat umum karena dengan adanya kunjungan ini bisa memporoleh materi yang telah disampaikan dan biasa nambah pengetahuan tentang bank indonesia.