MAKALAH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Nama : Armi Nur Hidayah
Nim : 11140835
Kelas :11.3A.35
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kita Panjatkan ke Hadirat Allah SWT
karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga makalah ini dapat
disusun tepat pada waktunya. Makalah ini membahas tentang Sistem Informasi
akuntansi .Dalam penyusunan makalah ini, penyusun banyak mendapat tantangan dan
hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu dapat
teratasi. Oleh karena itu penyusun mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini,
Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik
konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah
selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita
sekalian
Tegal 17 September 2015
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sistem informasi akuntansi adalah suatu sistem
dalam sebuah organisasi yang bertanggung jawab untuk penyiapan Informasi yang
diperoleh dari pengumpulan dan pengolahan data transaksi yang berguna bagi
semua pemakai baik di dalam maupun di luar perusahaan.
Selain
itu sistem informasi akuntansi adalah satu – satunya CBIS yang bertanggung
jawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan.
Informasi
Akuntansi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan menjadi dua yaitu :
a. Informasi akuntansi keuangan,
yaitu informasi yang berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak
extern.
b. Informasi akuntansi manajemen, informasi yang
berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.
Subsistem SIA yaitu :
sistem pemrosesan transaksi yang mendukung proses operasi bisnis harian, sistem
buku besar/pelaporan keuangan yang menghasilkan lap.keuangan, seperti laporan
laba rugi, neraca, arus kas, dan pengembalian pajak, sistem pelaporan manajemen
yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai lap.keuangan bertujuan
khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti
anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggung jawaban.
Alasan mempelajari SIA
adalah karena informasi sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan serta
digunakan untuk melakukan kontrol terhadap asset yang dimiliki organisasi tersebut
dan menyiapkan data keuangan dan non keuangan untuk menjadi informasi yang
akurat guna pengambilan keputusan.
.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mempelajari Sistem Informasi Akutansi
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mempelajari Sistem Informasi Akutansi
v Bagaimana
mengumpulkan data dan mengkaitkannya dengan aktivitas organisasi/perusahaan.
v Bagaiomana
caranya menyalurkan data, informasi sehingga berguna bagi pengambilan keputusan
v Bagaiaman
caranya menjamin realbilitas, keakuratan dan ketcepatan data dan informasi yang
disajikan.
Manfaat Sistem Informasi Akuntansi
v Sebuah Sistem Informasi Akuntansi menambah
nilai dengan cara:
v Menyediakan
informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama
pada value chain secara efektif dan efisien.
v Meningkatkan
kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
v Meningkatkan
efisiensi
v Meningkatkan
kemampuan dalam pengambilan keputusan
v Meningkatkan
sharing knowledge
Kompenen
Sistem Informasi Akuntansi
v Manusia
adalah pelaku yang menjalankan system
v Transaksi
merupakan objek dari sistem informasi akuntansi sebagai masukan
v Prosedur
adalah langkah-langkah yang harus ditempuh dalam melakukan transaksi atau
kegiatan perusahaan.
v Dokumen
yaitu berupa formulir yang digunakan sebagai sarana pencatatan pada saat
transaksi
v Peralatan
adalah suatu alat atau sarana yang digunakan dalam melakukan pencatatan pada
sistem informasi yang bersangkutan
Tujuan Sistem
Informasi Akuntansi
Menurut Mulyadi (2001, pp19-20), sistem informasi
memiliki empat tujuan umum dalam penyusunannya, yaitu :
1.
Untuk menyediakan informasi bagi
pengelolaan kegiatan usaha baru. ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian
maupun struktur informasinya.
2.
Untuk memperbaiki informasi yang
dihasilkan oleh sistem yang sudah.
3.
Untuk memperbaiki pengendalian
akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan
(realibility) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap
mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
4.
Untuk mengurangi biaya klerikal
dalam penyelenggaraan catatan akuntansi
Subsistem Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
v Sistem
Pengeluaran (expenditure system)
Segala peristiwa yang berhubungan
dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh
perusahaan, baik berupa barang ataupun
jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
v
Sistem
Pendapatan (revenue system)
Berhubungan
dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada
konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
v
Sistem
Produksi (production systeme)
Berhubungan
dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
v
Sistem
Manajemen Sumber Daya (resources management system)
Meliputi
peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber
daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
v
Sistem
Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting
B. Perumusan Masalah
Permasalahan yang akan di angkat
dalam penelitian ini adalah :
1. Apa saja golongan pemakai
sistem informasi akuntansi ?
2. Peran akuntan dalam sistem
informasi akuntansi ?
3. Peran akuntansi bagi pihak
manajemen dan perusahaan
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Permasalahan yang Timbul
1. Apa saja golongan pemakai sistem informasi akuntansi
Golongan
pemakai sistem informasi akuntansi terdiri dari dua golongan yaitu :
1). Pemakai Informasi Internal
adalah pemakai Informasi yang berasal dari dalam perusahaan. Dapat digolongkan menjadi :
a. Manajemen
b. Purchasing management
c. Inventary control management
d. Production management
e. Personal management
f. Finansial management
adalah pemakai Informasi yang berasal dari dalam perusahaan. Dapat digolongkan menjadi :
a. Manajemen
b. Purchasing management
c. Inventary control management
d. Production management
e. Personal management
f. Finansial management
2). Pemakai Informasi Eksternal
Adalah
pemakai Informasi yang berasal dari luar perusahaan. Dapat digolongkan menjadi
:
a.
Pelanggan
Kebutuhan
pelanggan mencakup informasi mengenai produk perusahaan seperti: harga, bentuk
barang, dimana dan bagaimana barang tersebut dapat dibeli, apa jenisnya,
pelayanan apa yang dapat diberikan perusahaan.
b.
Pemasok
Apabila
perusahaan melakukan pembelian secara kredit, maka pemasok akan meminta
informasi mengenai tingkat kepercayaan realibility,jumlah kredit yang telah
diperoleh dan kemampuan atau ability untukmembayar kembali.
c. Para
pemegang saham
Mereka
ingin menilai pelaksanaan yang telah berlaku dan memperkirakan pelaksanaan yang
akan datang.Penyediaan laporan tahunan atau annual report untuk para pemegang
saham disebut sebagai fungsi pelayanan atau steward ship function dan secara
tradisional merupakan tanggung jawab system informasi akuntansi.
d. Para
karyawan
Karyawan
berkepentingan terhadapinformasi umum, seperti tingkat upah rata-rata,
tunjangan, laba perusahaan, tingkat kesempatan kerja, tingkat produktifitas dan
lain-lain.
e. Para pemberi pinjaman
Lembaga-lembaga
keuangan yang meminjamkan dana sangat berkepentingan atas faktor-faktor seperti
reputasi atau nama baik dan kemempuan manajemen perusahaan, kemampuan untuk
memenuhi kewajiban keuangan dan prospek untuk keberhasilan pada masa depan
f.
Instansi pemerintah
Kantor
pelayanan pajak berkepentingan terhadap informasi mengenai laba perusahaan dan
jumlah pajak yang terutang oleh perusahaan kepada pemerintahan atau negara.
g. Masyarakat
Perusahaan memengaruhi anggota masyarakat dalam
berbagai cara. Misalnya, perusahaan dapat memberikan kontribusi berarti dalam
perekonomian nasional, termasuk jumlah orang yang dipekerjakan dan perlindungan
kepada penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarkat dengan
menyediakan informasi.
2. Peran akuntan dalam sistem informasi akuntansi
Akuntan sebagai
salah satu profesi dapat bekerja di suatu perusahaan swasta maupun di
pemerintahan atau mendirikan suatu perusahaan. Jika akuntan mendirikan
perusahaan, akuntan tersebut disebut akuntan publik (public accountant)
yang pekerjaannya adalah mengaudit laporan keuangan perusahaan sebagai pihak
yang independen dan hasilnya berupa pendapat atas laporan keuangan tersebut.
Jika bekerja di dalam perusahaan swasta/pemerintahan, akuntan tersebut
disebut akuntan pribadi (private accountant).
Pekerjaan/tugas/fungsi
yang dapat dilakukan oleh seorang akuntan di dalam suatu perusahaan adalah
sebagai:
·
Controller
·
Treasurer (bendaharawan)
·
Tax
specialist (spesialis pajak)
·
Financial Analyst (analis keuangan)
·
Cost accountant
(akuntan biaya)
·
General
accountant (akuntan umum)
·
Information
systems (sistem informasi)
·
Budgeting specialist (spesialis anggaran)
·
Internal
auditor (pemeriksa internal)
3. Peran akuntansi bagi pihak manajemen dan
perusahaan
Ø Peran akuntansi bagi pihak
menejemen
Sistem
Informasi Akuntansi (SIA) bagi pihak manajemen mempunyai fungsi menyediakan
informasi yang berguna dalam hal pengambilan keputusan. Informasi yang
disediakan SIA mempunyai dua kategori yaitu laporan keuangan dan laporan
manajerial.
Bagi pihak luar perusahaan, laporan keuangan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Misalnya saja dalam pengambilan keputusan mengenai pemberian kredit dan investasi dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Laporan manajerial terdiri dari dua jenis yaitu laporan anggaran dan kinerja. Anggaran adalah alat perencanaan keuangan, sedangkan laporan kinerja digunakan untuk pengendalian keuangan.
Bagi pihak luar perusahaan, laporan keuangan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Misalnya saja dalam pengambilan keputusan mengenai pemberian kredit dan investasi dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Laporan manajerial terdiri dari dua jenis yaitu laporan anggaran dan kinerja. Anggaran adalah alat perencanaan keuangan, sedangkan laporan kinerja digunakan untuk pengendalian keuangan.
Ø Peran akuntansi terhadap
perusahaan
Evolusi
dalam informasi dan komunikasi telah mendorong kemajuan dalam teknologi.
Kompetisi dunia usaha semakin ketat, selalu beradaptasi dengan perubahan yang
terjadi dengan melakukan perbaikan strategi dan operasi perusahaan. Informasi
akuntansi menjadi salah satu unsur dalam pengambilan keputusan suatu
perusahaan. Kemampuan menjalankan bisnis tanpa diikuti dengan penerapan sistem
informasi akuntansi yang tepat akan membuat perusahaan mengalami masalah
dikemudian hari seiring dengan berkembangnya bisnis mereka
Unsur-unsur yang dapat mempengaruhi penerapan SIA
dalam perusahaan :
Ø Analisa Perilaku
Akuntan tidak harus menjadi seorang psikolog, tapi cukup untuk mengerti bagaimana memotivasi orang-orang untuk mengarah kepada kinerja perusahaan yang positif.
Selain itu juga seorang akuntan harus menyadari bahwa setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda-beda dalam menerima suatu informasi, sehingga informasi yang akan diberikan dapat didesain dan dikomunikasikan sesuai dengan perilaku (behavior) para pengambil keputusan.
Akuntan tidak harus menjadi seorang psikolog, tapi cukup untuk mengerti bagaimana memotivasi orang-orang untuk mengarah kepada kinerja perusahaan yang positif.
Selain itu juga seorang akuntan harus menyadari bahwa setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda-beda dalam menerima suatu informasi, sehingga informasi yang akan diberikan dapat didesain dan dikomunikasikan sesuai dengan perilaku (behavior) para pengambil keputusan.
Ø Metode Kuantitatif
Dalam menyusun informasi, seorang akuntan harus menggunakan metode ini untuk meningkatkan efektifitas dan nilai dari informasi tersebut.
Dalam menyusun informasi, seorang akuntan harus menggunakan metode ini untuk meningkatkan efektifitas dan nilai dari informasi tersebut.
Ø Komputer
Pada beberapa perusahaan, komputer telah digunakan untuk menggantikan pekerjaan rutin seorang akuntan, sehingga memberikan waktu yang lebih banyak kepada akuntan untuk dapat terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain:
1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
2. Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
3. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
Pada beberapa perusahaan, komputer telah digunakan untuk menggantikan pekerjaan rutin seorang akuntan, sehingga memberikan waktu yang lebih banyak kepada akuntan untuk dapat terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain:
1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
2. Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
3. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sistem Informasi Akuntansi
Keuangan (SIAK) merupakan komponen organisasi dalam
mengumpulkan, mengolah, menganalisa, dan mengkomunikasikan informasi keuangan
dan pengambilan keputusan bagi pihak perusahaan maupun pihak luar perusahaan.
Sebenarnya, akuntansi pun termasuk sebuah sistem informasi
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar